Tahun ke-16

Pagi di tahun ke-16. Awalnya, hanya biasa saja. Toh memang seharusnya, pada hakikatnya, dan sebenarnya momen pengulangan tahun selayaknya dihiasi dengan introspeksi diri dan pendekatan kepada Tuhan yang lebih dari biasanya, mungkin terlihat tabu, tapi memang benar adanya seperti itu.

Layaknya remaja 16 tahun yang ingin selalu diperhatikan teman sepermainannya, momen pengulangan tahun pada tanggal kelahiran atau singkatnya ‘ulangtahun’ yang pada umumnya dihiasi dengan penuh sukacita dan tepukkan selamat, tentunya momen yang ditunggu-tunggu. Tidak ingin dicap munafik, termasuk aku tentunya. And this is how the story went..

25 September 2012, di pagi hari aku membuka mata, tentunya aku orang yang memang selalu mengingat ulang tahun sendiri, mungkin ingin diselamati, mungkin ingin diperhatikan, atau sekadar ingin disenyumi, mungkin. Ya, pagi, dingin, sepi. Orang-orang terdekat biasanya mengirimi ucapan ulangtahun via sms dan lebih awal, tidak terpaku orang dekat, mungkin sang pengguna paket internet lebih leluasa mengirimkan ucapannya lewat dunia maya, maklum pulsa habis, ya semacam itu. Semacam curhat juga mungkin. Hem. Ya kembali dari penjelasan bertele-tele, singkat cerita, seperti pada ulangtahun-ulangtahun sebelumnya, ucapan datang dari sms, twit, juga dari post via facebook. Ya, lega, masih ada yang ingat. Ya ingat, ingat oleh facebook’s reminder.

Ujian tengah semester! Ujian tengah berjalan saat aku berulang tahun. Aku, datang, ke, sekolah. Sampai disekolah beberapa teman memberi ucapan selamat, ya beberapa. Ah.. Mungkin aku terlalu haus perhatian, ekspektasi remaja 16 tahun ini mungkin terlalu berlebihan. Harapan diarak keliling kampung untuk diselamati dan dimegah-megahi, kasarnya seperti itu. Ah sudahlah. Basi.

Ujian tengah semester selesai.

Sebelas IPA Satu. Ya, aku bagian dari kelas itu. Kompak, ya mungkin kata tersebut bisa mewakili untuk deskripsi yang lebih. Di setiap anggotanya yang ber-ulangtahun, pasti selalu ada momen istimewa. Benar-benar istimewa.

Si haus perhatian ini terus kalut dengan prasangkanya yang bermacam-macam. Tak perlu dijelaskan, toh anda mungkin bisa menebaknya, satu anggotanya yang ber-ulangtahun, satu anak bebek berwarna biru ditinggal induknya. Hampir genap seminggu. Tidak ada apa-apa. Toh, aku pun sudah lupa cerita lama itu. Ya sudah ikhlas. Ikhlas. Ikhlas. Kata ikhlas mungkin tidak akan diucapkan seseorang yang memang ikhlas. Hmm. Aku memutar otak untuk berpikiran baik, ber-prasangka baik. Sekali lagi pasti anda tahu apa yang seharusnya aku lakukan dalam konteks ber-prasangka baik.

Hari Senin, 30 September 2012. Hari yang baru setelah perjuangan dengan keluh kesah berusaha membuat bulatan hitam sebanyak 270 buah. Beban tentang ‘ulangtahun’ itu berangsur hilang. Memang hilang, karena tidak ada anggapan maupun harapan yang tersisa untuk tercipta adanya momen spesial ulangtahun pada biasanya. Benar-benar hilang. Hilang? Ah tapi berbohong dosa rasanya.

Teman sekelasku mengajakku untuk membeli panganan di depan minimarket, sebut saja dia Ashyel. Tidak ada prasangka apapun, baik curiga apalagi buruk sangka. Ya terprogram otakku, ‘Yazudah, sekalian pulang.’. Pergipun kami jadinya, singkat cerita kami sudah membeli panganan tersebut. Tapi Ashyel mengajak kembali ke sekolah, dengan berbagai dalihnya. Salah satunya dia tidak terbiasa jalan sendiri. Ya memang pada faktanya daerah sekolah ku yang bertempat di Jalan Cisangkuy itu memang sepi dan terkenal banyak aksi kejahatan terjadi. Terlahir sebagai lelaki, yang pada hakikatnya melindungi segenap harkat dan derajat wanita, tentunya dengan alasan itu aku terima untuk kembali ke sekolah. Sesampai didepan gerbang sekolah aku pun hendak berpamitan padanya. ‘Enggak, anterin aku sampe dalem kelas, aku gak kebiasa jalan sendiri weheheheh’ Ucap Ashyel. Okey atas nama teman baik aku antar Ashyel kedepan kelas. Kelas. Ya, kelas. Kelas itu.

Singkat cerita, kami berdua(Ashyel dan aku) sudah berada di depan pintu, ya reflek aku membuka pintu kelas. Tapi! Ada yang beda. Lampu mati dan semua memegang lilin, layaknya di film-film drama, atau mungkin pernah melihat serial My Boss My Hero saat adegan Makio ber-ulangtahun? Ya mereka menyanyikan lagu yang biasanya dinyanyikan saat seseorang ulangtahun, ya pastinya anda kerap kali mendengar lagu itu. Spontan aku berpikir, ‘Waduh ngegagalin rencana ulangtahun orang nih! Kebuka duluan pintunya.. Tapi siapa yang ulangtahun yak?’ Kebingungan hatiku mungkin tergambar dengan kalimat itu. Sampai akhirnya aku tersadar dari lirik lagu yang mereka nyanyikan memang jelas berbunyi ‘Happy birthday Thareq!’ Badanku panas seketika. Ya! Kaget, bingung, haru bercampur! Mungkin hatiku kalut, kalut karena terlalu senangnya.

Pohon ucapan yang indah.

Gantungan kacang.

Kotak ungu yang spesial.

Sebelas IPA Satu atau mereka menyebutnya Sebiji, memang benar, benar, benar, benar, …… (infinite) Kompak. Ya mereka selalu memberikan kejutan-kejutan yang berbeda pada setiap anggotanya. Terimakasih, terimakasih dan terimakasih.

Mungkin setiap orang yang pada hakikatnya berhak memiliki harinya sendiri, hari dimana dirinya memang menjadi si pusat perhatian. Alangkah baiknya, kita memaknai momen ulangtahun yang dispesialkan atau kasarnya dirayakan, sebagai ungkapan bukti nyata kasih sayang orang-orang orang disekitar dirinya. Tidak lupa ditandai dengan syukur pada-Nya atas masih diberinya hidup hingga detik itu.

Segalanya menjadi  lebih baik saat kita memaknainya dengan hati.

Salam.

9 Oktober 2012

Thareq Defa

Sebuah Makna Dibalik Cerita

Sebuah makna dibalik cerita, dari judulnya udah ketauan mungkin bakalan berkicau tentang apa, ya ini lebih ngejurus kearah pemotivasian diri, mungkin bisa dibilang kaya gitu, ngabibingan sorangan intina mah.

Lanjut, jadi sekitar 2 bulan lalu surat dari Bina Antarbudaya tuh dateng, ya surat penentu saya bakal jadi finalis chapter bandung atau tidak, itu surat kelolosan dari Tahap 3 ke tahap nasional. Nah tau dong hasilnya apa? Ketauan kok dari judul :3 Nah, Allah belum ngasih nih buat aku jadi finalis dari bandung, jadi aku dinyatakan tidak lolos ke tahap nasional.

GAGAL, itu kata yang paling semua orang gasuka lah ya? Iya gak? Pertama dapet surat itu pastinya lemes banget, harapan yang sirna, suddenly goes away ceritanamah si harapan teh. Hayang mewek slian da, tapi dipapatahan ku sadaya kuluwarga, rerencangan, jsb. Intinya mereka menyuport dengan kata-kata bijak penyejuk hati masalah kehidupan, berkutik dengan kata-kata ‘ini yang terbaik’, ‘tuhan punya rencana lain’, ‘ada yang lebih baik dari ini’. Ya! Semua kata-kata itu memang benar adanya, walau mungkin pada awalnya hal ini sangat be-rat untuk diterima, day by day saya mencoba untuk menerima dan MEYAKINI bahwa semua kisah, semua kejadian, semua sejarah, semua cerita yang telah saya lakukan selayaknya tidak saya sesali, even if that’s a sad story or hepi setori. Dan PASTI ada Sebuah Makna Dibalik Cerita, mungkin saya belum menyadari apa makna dibalik cerita itu, tapi yang pasti saya bakal sadar. PASTI! Rencana tuhan itu indah. 

Bahagia itu sesederhana ikutan seleksi ini, dimana ketika kaki juga tangan dingin buat nunggu hasil seleksi pertukaran pelajar (yang saya kira terbesar di dunia) ini, dimana saya bisa ngeliat ekspresi bahagia kaka panitia juga pesertanya, dimana kita tegang buat nunggu wawancara, dimana saya beser sebelum wawancara, dimana saya loncat-loncat tengah malem waktu lulus seleksi 2, dimana saya bisa ketemu orang-orang hebat, dimana saya sujud syukur waktu liat hasil seleksi, dimana saya punya temen baru yang hebat. Jujur, ini ngebuat saya bener-bener senyum dari hati banget (walau terkesan lebay tapi beneran). Nulis ini hati saya langsung nyeredet ih mengingat masa-masa itu :’)

Pokoknya, harapan saya untuk GO OVERSEAS tetap berjaya diangan! Singsingkan lengan bajumu kawan! Tak kenal lelah menghadapi lawan! Semoga para finalis Chapter Bandung diberikan yang terbaik oleh-Nya. Disini saya bener-bener nyupport kalian! Seriusan! Buat para juri selama seleksi, makasih ba-nget! Kalian orang-orang yang sangat hebat banget gak pake aja. Buat kaka-kaka volunteer dan returnee yang tak kenal lelah memandu kami makasih banget juga :) Sukses dan jayalah selalu!

Satu lagi, gagal itu biasa, tapi bangkit dari kegagalan itu luar biasa.

Salam cinta dari sayaaaaah! Muah!

Wasalam.

Thareq Defa

September 2012

Intip Seleksi 3 Yuk Ah!

Bismillahirrahmanirrahim

Sekarang saya ingin cerita nih tentang seleksi AFS tahap 3, walau sebenernya belum pengumuman sih, tapi bener-bener gak kuat buat ngelikitik kibord, gatel banget nih. Nah silahkan dinikmati~

**

Hari minggu yang cerah itu, 10 Juni 2012, berbeda dari seleksi-seleksi sebelumnya, seleksi kali ini menempati SMAN 8 Bandung. Ya, SMAN 8 Bandung. Jujur, saya belum pernah ke tempat itu sebelumnya, dan singkat cerita pukul 7 kurang saya sudah sampai di sana, dan kamu tahu apa? Kosong mamen! okesip. Saya bertanya-tanya kepada Tuhan semesta alam, ‘Apa saya nyasar ya Tuhan?’

**

Untuk sementara saya nunggu di mobil dulu, kebetulan orangtua saya nganterin. Nah, dari seleksi 2 ya dimana-mana kalo tegang bawaannya pengen pipis sama sakit perut melulu. Setelah beberapa menit di mobil, yaudah deh saya turun mau nyari WC dan berpamitan. Nah saya masuk tuh ke dalem SMAN 8 Bandung, ebuset! ini sekolah? apa hogwarts? tapi enggak selebay itu juga sih. Okay kembali ke topik, ya! sekolahnya tuh gede banget, sesuatu gitu. Ada gornya gitu, lapangan ada berapa ya? banyak banget deh pokoknya, dan luas bangets.

**

Nah! WC! Ketemu lo! Akhirnya nemu masjid dan ada WCnya setelah muter-muter nyari WC. Singkat cerita saya udah pipis dan lega nih, dan saya pun meluncur saja tuh ke gerbang depan, ya siapa tahu udah ada orang. Nah saya ke depan, dan? masih kosong ternyatah permisah. Tapi beberapa menit kemudian ada yang dateng gitu bawa-bawa something yang saya gatau apaan, lumayan besar dan dibungkus. Nah akhirnya saya kenalan deh dengan dirinya, dengan kata lain temen pertama di pagi seleksi 3, walaupun pas seleksi 2 udah kenalan sih sama beberapa orang, sebutin? okedeh sama Wisesa dan temannya (SMAN 2 BDG) terus Michael (SMA BPK berapa ya? lupa) dan ada pokoknya seorang wanita X yang saya lupa namanya (SMAN 1 BDG). Kembali ke suasana pagi di seleksi 3, orang pertama yang saya kenal itu namanya Tyo, dia dari garut, dan bincang-bincang sedikit sama dia, ternyata dia mau main kecapi buat Talent Show nya! Waw!

Beberapa menit kemudian, dateng seorang gadis dengan rambut pendek banget pake baju bendera inggris, pake celana, pake sepatu. Okay dengan kata lain dia normal (apasih?). Dia nanya ‘anak AFS?’ dan kami pun menjawab dengan indahnya ‘Iya’ (berasa afika). Nah kami pun berbincang-bincang, singkat cerita nama gadis itu adalah Arika. Detik berlalu, menit berlalu, jam belum berlalu satu per satu peserta seleksi berceceran datang! Yak, si-Arika cukup impressed me at first impression, bagaimana tidak? Dia bisa akrab dengan orang baru dan tiap yang dateng berasa udah kenal gitu, semuanya di sapa, waw! keren! karena saya orangnya pemalu *lempar baskom* ya jadi ya gitu deh, tapi masa mau terjebak dalam lubang ke-malu-an? jangan ngeres! lebih tepatnya masa saya harus diem terus tanpa menyapa satu sama lain, dan akhirnya ya saya nanya-nanya juga ke yang lainnya walau ga semua, sekedar basa-basi aja sih ya ‘dari SMA mana? nama kamu siapa?’ ya semacamnya lah. Dan saya pun merasa sangat senang setelah lumayan akrab dengan orang-orang baru, cukup banyak loh!

**

Singkat cerita, kami dipersilahkan untuk daftar ulang dan dilanjutkan untuk memasuki ruangan multimedia. Tapi tau gak sih? aku kok tiba-tiba inget film laga di indosiar? ada merpati bisa ngomong itu keren. Em, lanjut ya? Okesip. Dan setelah memasuki ruang multimedia, ada intermezzo sedikit dari kakak returnee, sekedar cerita atau pun basa-basi. Nah akhirnya tidak lama kemudian, seleksi 3 pun dimulai, pertama kakak panitia datang dan menjelaskan mekanismenya. Dan kamu tahu apa? Kami para peserta seleksi dibagi kelompok untuk Talent Show, saya cukup merasa bingung pemirsah, tapi sudahlah, next. Dan setelah diumumkan anggota kelompok dan pembimbing kelompok, kami disuruh berkumpul diluar ruangan multimedia untuk mendiskusikan Talent Show. Saya kebagian kelompok satu. Didalem kelompok satu ada Afia, Sangga, Annisa’i, Cintya, Farhana, dan lupa lagi, gomen, maaf banget aku orangnya susah mengingat nama, yang jelas total 9 orang. Nah, disini kita harus merencanakan untuk Talent Show, dan setelah dijelaskan ternyata kita harus menggabungkan bakat masing-masing anggota kelompok untuk ditampilkan dalam satu bentuk sajian penampilan. Ini bener-bener jauh dari perkiraan, perkiraan tuh ya tampil sendiri pake waktu, tret, selesai. Okay, ini challenging enough, dan waw! Akhirnya kita pun berembuk untuk membuat konsep dan latihan, diberi waktu satu jam. Singkat cerita kita membuat suatu pertunjukan dimana ada seorang director terkenal yang memperkenalkan para kru hebatnya, nah begitu seingkatnya! Oh iya, ragam sajian yang akan ditampilkan di kelompok saya tuh dari menari Tari Saman (diriku loh), menari Tari Merak, menari Tari Topeng, memperlihatkan karya animasi, membawakan Puisi, membawakan Pidato, juggling bola, bermain kibord, dan pastinya nyanyi. 

60 Menit berlalu, dan kita harus masuk ke ruang multimedia lagi, dan asal kamu tau waktu itu saya udah pake baju saman yang lumayan ribet. Saat masuk ruang multimedia, tiba-tiba kita dibagi kelompok untuk Dinamika Kelompok, dibagi 9 kelompok dengan 5 orang per kelompok, dan setelah pembagian kelompok kita diharuskan lari ke chamber yang diperintahkan. Okay, ternyata dinamika kelompok duluan, sip deh dinamika kelompok pake baju saman, kece, mencrang, hareudang, bahagia! Dinamika kelompok aku inget nih orang-orangnya, Faradisa(SMAN 3 BDG), Arika(SMAN 1 CMH), Anindityo a.k.a Didit(SMA TarBak), juga Fianza(SMAN 4 BDG).

Singkat cerita, dinamika kelompok dimulai, kita diharuskan membuat suatu karya 3 dimensi yang bisa menyelesaikan suatu kasus, kasusnya dibacakan oleh para juri. Jurinya ada 4, semuanya returnee, dan saya senyum ngeliat mereka, bisakah saya duduk dikursi itu beberapa tahun mendatang, untuk menjadi juri dan mendapat gelar returnee? *tearsfallingdown* nggak lebay gitu juga sih. Aamiin. Singkat cerita, kita pun bergelut dengan tugas yang diberikan. Saya sangat kagum dengan orang-orang dalam kelompok saya, mereka sangat aktif, semuanya bisa bekerja sama dengan baik, keren banget, dan memang saya merasa sangat patut ngomong waw sambil loncat indah, bener ini sangat keren, berasa ini nih calon-calon orang sukses masa depan, Aamiin. Dengan penuh keringat dan jerih payah, dinamika kelompok selesai.

Keluar ruangan dikasih ayam ninit, terus makan dipinggir lapangan, ngeliat para peserta seleksi banyak yang udah pada akrab, bincang-bincang, tertawa, bercanda, ya semua terlihat begitu hangat dimataku *nangis*. Setelah makan, berkumandang adzan dzuhur, dan aku beserta beberapa peserta seleksi yang lain pun sholat. Setelah sholat dzuhur, kita sempet latihan bentar gitu, mau liat? kasih deh nih fotonya.. 

Tuh fotonya!! HAHAHA, kangen deh. :’)

Sesudah itu, kita dipanggil untuk masuk keruang multimedia! Dan ini waktunya TALENT SHOW! Apaaaah? TALENT SHOW! Sekali lagi!! TALENT SHOW! Oke cukup. Nah ini adalah suasana yang sangat tidak bisa terlupakan bagiku dan pastinya bagi yang lainnya juga, ini tuh udah deh jempol banget, seru banget! Kelompok ku tuh kebagian tampil ke-2. Mau liat fotonya? kasih lagi deh..

Sangga sama Afia ga ke captured. Mereka disebelah kanan, main kibord. Wah betapa manisnya!!

Satu persatu kelompok tampil, gelak tawa, rasa kagum, tepuk tangan, semua lengkap! Saya sangat terharu. Bakat mereka? jangan ditanya, IH WAW! Ada yang main saxophone, kibord, biola, pencak silat, sampe ada sendawa salawe. Sendawa salawe itu udah paling T-O-P-B-G-T! Sendawa selama 25 kali non-stop, sukses membuat salah satu juri ngakak sengakak-ngakaknya saya kira. Ada fotonya lho!

Nah tuh! Top! Paling unik pokoknya!

Pokoknya satu kata buat seleksi 3! SERU! itu!

BTW, mau liat saya waktu perform gak nih? Hihi, sebenernya jauh dari rencana nih performnya, direncanain tuh perform bakalan 5 menitan gitu, ternyata waktu tampil satu kelompok max. 10 menit, jadi aku harus motong banyak bagian, dan aku cuma nampilin satu gerakkan tari saman, tapi gak apa-apa toh! Sing penting asik! Cikidot!

Sumber foto-foto: Ka Agita Ratna

Nah, mungkin segitu cerita seleksi 3, ngomongin buat hasil, hasilnya tuh bakalan dikirim antara 1-30 hari setelah seleksi, nah sekarang tuh udah minggu ke-2 dan belum ada yang dapet suratnya, semoga kami para peserta mandapat kan yang terbaik ya Allah. Aamiin. Sekali lagi all the best for us, Guys! Jadikan ini sebagai suatu perjuangan yang akan mengisi jalan kesuksesanmu dimasa mendatang! Duo Michael, Sangga, Afia, Didit, Farhana, Vioni, Fianza, Fara, Cintya, Annisa’i, Hauna, Wisesa, Arika, Tyo, Dira, dan peserta lainnya!

Thareq,

22 Juni 2012

Harapan Itu. AFS.

Minggu pagi di tanggal 20 Mei 2012, seperti biasa aku bangun sekitar pukul 05.00, tapi hari ini ada yang berbeda! Ya! Hari ini tidak sekolah karena hari minggu, Huahahahaha -galucu-. Ya! Bukan itu! Yaitu tidak lain dan tidak bukan hari ini ada #seleksiAFS 2012 Tahap 2!

**

Pengumuman seleksi satu Chapter Bandung tuh di publish paling lamaaaaaa (saking lamanya ‘a’ nya ada 6) KETAUAN LAGI NGITUNG!! Hahahaha. *plak* *backtothetopic* Ya di umumkan tanggal 15 Mei 2012 sekitar pukul 9 malam lah, dan pengumpulan berkas-berkas yang lumayan ribet dan banyak itu harus dikumpulkan pada tanggal 18 Mei 2012. Jadi, aku pun dalam kurun waktu 3 hari itu kesana kemari mengurus surat-surat penting, seperti: ijazah; akte; transkrip; ket. kepsek; surat rekomendasi; dll. dibantu oleh banyak pihak, yaitu Ibuku, seorang temanku, dan satu yang lainnya saling membantu dalam hal ini, tidak lupa Allah yang selalu membantu jalan kami semua.

**

Ckiiiiiiiiith! Kira-kira itu (bukan) bunyi rem angkot yang aku naiki. Yap, aku sampai di SMAN 3 Bandung kurang lebih jam 7 kurang 15, para peserta diharap kumpul sebelum pukul 8.30, well ya jalan-jalan dulu aja sekalian cari pencerahan hidup dan aku ketemu bapak-bapak yang sedang mengantarkan anaknya untuk test RSBI SMAN 5, si bapak duduk di samping aku, terus nanya ke aku ‘nganter juga?’, Jreeeet, setua apakah mukakuni! aku cengengesan terus jawab deh lagi mau ikutan seleksi AFS dan ngobrol juga tentang AFS, bapaknya bertanya seputar AFS.

**

Tes dimulai pukul 09.00 semua siswa diminta menunggu dipanggil wawancara untuk duduk di lorong sekolah walau akhirnya 1 kelas dibuka buat nunggu. Jadi, dari Alfa Centauri SHS yang ikut seleksi 2 aku sama Pandu, ya jadi gak ada yang kenal lagi lah. Nah, aku kenalan nih nih sama beberapa anak weehehehe. \dasarganjen\ Aku kenalan sama Michael dari BPK2, terus itu ada berdua lupa namanya dari SMAN2 pokoknya, sama satu cewek dari SMAN1. Pandu? Masih asik dengan makanannya. Aku ga kepingin makan, dekdekan bukan main, itu yang namanya pengen pipis, hadeuuuuuuh.. Dan si kakak panitia teriak ‘siapa yang mau ke kamar mandi?’ nah langsung aja tuh aku ngacung, dan ke wc harus barengan semuanya dan kembali ketempat asal harus barengan juga. Ah~ lumayan lega, tapi masih dekdekan dan pengen pipis lagi, sekarang tambah-tambah-tambah pengen pipisnya, dan pada akhirnya pukul 10.00 si kakak itu teriak lagi ‘siapa yang mau ke kamar mandi?’ aku ngacung lagi wuahahaha gatau deh apa yang dipikiran si kakaknya, nah pas lagi baris mau ke wc, dateng kakak panitia pemanggil peserta dan teriak ‘kosong-kosong-lima-enam’, What?! itu kan nomer peserta aku, well yah aku sudah di panggil untuk interview bahasa inggris, dan akhirnya aku bawa tas mengikuti kakak tinggi berjilbab hijau tersebut sambil nahan pipis, tapi perasaan jadi gak pengen pipis loh, masuk lagi mereun ya pipisnya (?).

Aku ditujukan pada Chamber 9, interview dengan seorang kakak yang bawaannya enak, walaupun gak pernah senyum, tapi enak cara penyampaiannya. Ada sesuatu yang menggelikan pada interview ini..

I = ‘So, Mohammad Thareq Defa, what should I call you?’

T = ‘Umm, Thareq’ *logatsokbulesitareh*

I = ‘Ow okay. absdkaskdjashdkas?’

T = Haaaah?! (disini aku sangat merasa dodol, sama sekali ga jelas kedengeran ngomong apaan, kedengerannya tuh ‘are you bean?’ masa iyah aku jawab No, I am not. I’m a human, actually. Kan menggelitik nantinya -_-)

I = ‘asjdasjdajisdjoasd?’

T = *mukakebingungan* *pocel-pocelkancing* Umm. No. (disini aku sama kaya sebelumnya, gak kedengeran ya alloh, yaudah aku berasa nangkepnya gini ‘apakah blabla adalah nama keluarga kamu?’ (translated) semoga nyambung ya allohh, cuma berharap begitsu’.

Dan pertanyaan wawancara lainnya alhamdulillah kedengeran hahaha, pertanyaannya tuh seperti, do you usually use english in daily activities? from 1 to 10 which is your english score? are you confident enough? which country did you choose for this selection? dkk.

Dan selesai juga wawancara bahasa inggris dengan ekspektasi yang baik. Nah sudah interview ini aku disuruh nunggu lagi untuk tes wawancara kepribadian. Nah aku baca di blog-blog pengalaman orang lain tentang seleksi 2 AFS ini, kalo tes personality tuh lebih enak, kakak-kakaknya lebih bersahabat, jadi kaya share cerita aja gitu. Nah cerita-cerita tersebut cukup membuat ku (sedikit) tenang untuk sesaat.

Tiktuktiktuk~ sekitar pukul 11.00 Namaku dipanggil lagi untuk personality test! Nah aku dapet Chamber 4, berisi 3 interviewer terdiri atas 2 wanita dan 1 pria. Mereka mengenalkan diri yang satu returnee YES, yang atu AFS, yang atu lagi JENESYS, wetdah lengkap. TAUGAK?! Cerita yang kata blog-blog itu ga selamanya terjadi, kebalikannya aku pengen garuk-garuk tembok selama wawancara, karena apa? aku tegang, nyerocos terus muter-muter, dan ekspresi wajah mereka datar naujubileh, yang atu datar, yang atu mengerenyitkan alis, yang atu lagi bengong. Aku mikir takutnya mereka ga ngerti aku ngomong apa dan berasa omongan aku muter-muter gak jelas. Ya, setiap omongan harus bisa dipertanggungjawabkan, seperti saat aku ditanya, ‘bakalan kangen ortu gak nih kalo kesana?’ aku jawab ‘kalau kangen sih pasti ya, cuma mengorbankan kekangenan untuk mendapat sesuatu yang berarti untuk kesuksesanku masa depan, buat apa tidak.’ dia nimpalin lagi ‘kesuksesan? emangnya ikut tes ini bisa sukses nantinya? sambil asa rada judes datar dung dungtak cesss aku jawab lagi ‘tentu! mungkin memang bukan penentu, tapi saya lihat dari sisi sebuah pengalaman, pengalaman membuat kita menjadi lebih baik lagi, dan saya rasa meraih kesuksesan tanpa pengalaman itu hampa.’ kata-kata terakhir itu yang hampa gue pengen ketawa aseli.

Terus I m attacked by pertanyaan-pertanyaan yang membuat aku pingin garuk-garuk kelingking kebo. Kebanyakan yang pertanyaan yang pedes des dessss datangnya dari satu kakak wanita itu, seperti ‘Buat apa kamu jauh-jauh pergi ke America hanya untuk tau cara mereka bersosialisasi? Kenapa gak chatting aja? Itu kan lebih gampang?’ So gue jawab mirip-mirip muter-mmuter ke masalah pengalaman lagi buahahha pengalaman dan hampa itu, terus ada pertanyaan-pertanyaan

I3 = ‘Punya pacar gak nih?’

T = ‘Gak punya?’

I3 = ‘Kenapa?’

T = *denganbijak* ‘Rasul tidak mencontohkannya, lagipula dalam islam tidak ada.’

I1 = ‘Tapi kan ada tuh pacaran islami yang kaya gitu?’

T = ‘Tetap saja, rasul pun mengatakan lebih baik meninggalkan kemudaratan.’

I1 = ‘Tapi gimana nanti kalo kamu nanti ke US, tiba-tiba cewe dateng ngerangkul, pesta-pesta?’

T = ‘Saya beri pengertian kepada mereka, bahwa seorang muslim tidak boleh bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya.’

I1 = ‘Kalo kamu di cap freak gimana?’

T = *udahmulaigetek* ‘Ya saya akan tetap beri penjelasan kepada mereka, dengan apapun caranya dan bagaimanapun saya menjelaskan agar tidak dianggap freak dengan alasan yang rasional.’

I1 = ‘Terus gimana nih nama kamu kan Mohammad Thareq Defa, itu identik banget sama terrorist. Kamu gimana nanti disana?’

T = ‘Ya, saya akan memperlihatkan bahwa tidak semua muslim itu terrorist! saya ingin memperlihatkan beginilah muslim sesungguhnya! saya ingin membuktikan kepada mereka dengan perilaku baik.’ *cailah*

Ket: I1= Interviewer satu; I3= Interviewer; T= Thareq

Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang ih wow, untuk I2 a.k.a interviewer 2 yang kakak pria nih gak pernah senyum dan mukanya serius banget, cenderung memberikan pertanyaan yang bijak dan penyampaian yang enak. Daripada senyum dan tertawaan menjatuhkan mental hhh.. seperti saat ditanya 'mengapa kami harus menerima kamu?' aku jawab, ‘ya karena saya pantas, saya memiliki hak, dan saya bisa berusaha lebih’ *klasik* mereka jawab, ‘loh kalo alasannya kaya gitu sih semua orang juga bisa, mereka punya hak juga, mereka pantes juga, dan kamu bayangin orang lampung yang ke bandung untuk daftar, bukankah dia lebih berusaha dari kamu?’ Jreeeeeeet ._. ‘berikan kami alasan yang bisa membuat kamu itu beda.’ (sambil tertawa dengan senyuman menjatuhkan) aku ngalor ngidur jawab ya muter-muter sebelumnya. Mungkin mereka udah capek juga kali ngatain semua orang juga bisa, jadi ya disudahkan sampai disitu. Dan personality test SELESAI.

Keluar ruangan, pengen nangis, hopeless, udah kemana-mana pikiriannya, pengen membenamkan diri didalem kasur, udah pengen pulang, bete! b e t e ! BETE!

Aku pun pulang kerumah dengan muka kusut, aku bilang ke ayah dan ibu, ‘kalau gak keterima ga papa ya?’ sambil bibir maju-maju gak jelas. Ayah dan Ibu suka kasih wejangan, pengertian-pengertian yang bijak which are make me smile :) haha. Yap day by day I wait for the result and hope that God gives me the best decision.

Dan pada akhirnya, suatu malam, tepatnya dini hari, pengumuman keluar, aku belum melihatnya karena dikira belum dipublish, dan kakakku mengetuk pintu kamar terus dibuka *ngeeeeeok* dan dia berkata ‘WUAAAAA!! kaget ga?’. Sebenernya bohong. Yang bener nih, dia berkata, ‘udah de LOLOS de, udah keluar tuh.’ Aku, jreeeeeeeet  speechless, langsung aja aku ngambil hape kakak soalnya ada pulsanya, hape aku ga ada pulsanya, terus?. Dan blog bina antar budaya ada nomer peserta aku di daftar yang lolos seleksi 2. Langsung aku sujud syukur saat itu juga, makasih ya Allah! ternyata para interviewernya :3. Maafin ya kakak-kakak interviewer aku udah ngomongin jelek dibelakang hehe maaf dan thanks ya! Semua terjadi atas kehendak Allah SWT. Semoga diberi kelancaran untuk Tahap 3 dan selanjutnya. Aamiin..

Thareq Defa

27 Mei 2012

Setangkai Bunga Mawar

Butiran debu terbang tanpa arah. Nenek Rose yang telah merasakan pahit-manis kehidupan 76 tahun silam sejak 3 hari lalu terlihat sedih. 3 hari yang lalu tepat dengan hari dimana ia kehilangan suaminya, Bibi Rose tidak mau makan, bujukan dari sana-sini berdatangan, Nenek Rose tetap tidak mau makan.

"Lebih baik aku mati saja, aku mau mati saja! Betapa kejamnya tuhan pada diriku!" Ucap Nenek Rose dengan kalut. "Nenek jangan begitu, nenek harus makan." Ujar anak sulungnya, Lisa. "Buat apa aku hidup? Aku ingin selalu bersama Jack. Aku tidak bisa hidup tanpa dirinya, dia sudah berjanji untuk selalu menjagaku, menemaniku disaat aku sedih, menghiburku disaat aku gundah, dan tidak pernah meninggalkan diriku dari sisinya." Tangis Nenek Rose. 

***

Hari ke hari kesehatan Nenek Rose semakin memburuk, dia selalu terlihat sedih. Hingga pada suatu ketika, John, anak tetangga yang selalu menyapa nenek setiap harinya datang dari liburannya. John kaget melihat keadaan Nenek Rose.

Di suatu pagi, John datang membawa setangkai bunga mawar segar dari kebun. “Neneeeeeek Roooseee..” Ucap John dengan riang. Nenek Rose hanya membalas dengan sebuah senyuman tipis. “Nenek, aku datang membawa bunga mawar segar kesukaanmu ini! Kemarin, ketika aku pergi berlibur, di bukit, aku bertemu Tuhan, Tuhan memberiku bunga ini. Kakek Jack mengirimkan ini untuk Nenek, Kakek Jack juga berpesan agar aku selalu menjagamu Nek, menghiburmu disaat kau gundah, dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Nek, Kakek Jack ingin pergi berjalan-jalan untuk sementara waktu, Kakek Jack menitipkanmu padaku! Tenang saja, semuanya pasti beres Nek! Nenek gak boleh sedih lagi! Hidup ini masih sangat panjang! Buat apa selalu bersedih”. Dengan segera tanpa berkata-kata, Nenek Rose segera memeluk John dengan erat dengan penuh linangan air mata. “Iya, Nenek tau pasti kamu akan selalu jaga Nenek, Nenek janji tidak akan bersedih lagi!” Ucap Nenek dengan cucuran air mata.

Bukan karena harga setangkai bunga, tapi kepolosan dan ketulusan hati John yang telah membukakan hati Nenek untuk sadar betapa berharganya hidup ini.


18 Mei 2012

Thareq Defa.

SEMANGAT!!

"Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself."

Tolstoy

Manusia Bertanya, Quran Menjawab..

traissa:


if you don’t have enough time, stop watching tv

agreed

traissa:

if you don’t have enough time, stop watching tv

agreed